28 Warga Rusia Belajar Bahasa Indonesia di Bogor

28 Warga Rusia Belajar Bahasa Indonesia di Bogor

28 Warga Rusia Belajar Bahasa Indonesia di Bogor

28 Warga Rusia Belajar Bahasa Indonesia di Bogor

Bahasa Indonesia semakin diminati masyarakat asing. Di sejumlah kampus, mata kuliah Bahasa Indonesia mulai banyak diminati oleh peserta didik dengan latar belakang Warga Negara Asing (WNA).

Karena itu, untuk mendorong Bahasa Indonesia semakin dikenal luas, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Sekolah Indonesia Moskow (SIM) dan Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melakukan promosi bahasa dan budaya Indonesia di Rusia.

Sebanyak 28 guru, pelajar dan mahasiswa yang berasal dari 7 SMA,

3 perguruan tinggi dan 1 LSM di Moskow akan belajar Bahasa Indonesia. Mereka mengikuti kegiatan “Peningkatan Kompetensi Bahasa Indonesia” di Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Sentul, Bogor, tanggal 10 Juli hingga 21 Juli 2017.

Setelah itu para peserta akan melanjutkan kegiatan di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di kota itu. Kemudian tanggal 25 hingga 27 Juli 2017 di kota Palu, Sulawesi Tengah, mereka akan mengikuti kegiatan interaktif dengan pelajar dan guru setempat.

Selama di Kendari dan Palu, para peserta akan menginap (home stay) di rumah penduduk setempat untuk lebih mengenalkan mereka pada budaya setempat.

Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, Wahid Supriyadi, memberikan apresiasi yang tinggi atas minat ke 28 warga Rusia tersebut untuk belajar bahasa Indonesia, apalagi tidak satu pun dari mereka yang pernah berkunjung ke Indonesia.

Dubes Wahid yakin kegiatan diplomasi budaya seperti ini dapat terus dikembangkan karena akan semakin mendekatkan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu yang dipakai sekitar 5 juta orang di Sumatera Barat dan sekitarnya relatif mudah, dan oleh karenanya ditetapkan sebagai bahasa persatuan bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, yaitu pada kongres Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” ujar Wahid dalam keterangan tertulis, Kamis (29/6).

Dia menyambut hangat warga Rusia untuk menikmati suasana tinggal di Indonesia

. “Saya yakin Anda akan senang tinggal selama sebulan di Indonesia. Orang Rusia perlu menunggu 8 bulan untuk dapat menikmati musim panas, di Indonesia sepanjang tahun selalu musim panas sehingga Anda bisa nongkrong di café setiap hari,” lanjut mantan Dubes RI di Abu Dhabi tersebut.

Kepala Sekolah Indonesia Moskow (SIM) Sudirham dalam laporannya menyatakan bahwa ke-28 peserta tersebut meliputi 3 orang dari LSM Inter-regional Public Organization (IPO), 7 orang dari Academy of Public Administration, 11 orang dari berbagai sekolah menengah di Moskow dan sekitarnya, 5 orang guru dan salah seorang bahkan menjabat sebagai wakil kepala sekolah serta 2 orang dari Moscow State University.

Elena Blagoveshnskaya, seorang guru dari Dmytrovskaya Secondary School

tidak tanggung-tanggung membawa 3 muridnya dalam program ini. Sebelumnya selama 4 bulan mereka mengikuti kursus bahasa Indonesia yang diajarkan oleh 2 guru SIM. Kursus itu sendiri adalah realisasi MOU kerjasama “Sister School” yang ditandatangani SIM dengan beberapa sekolah atau lembaga pendidikan di Moskow tahun 2016.

Dalam program ini, peserta menanggung sendiri biaya tiket pesawat dan pengeluaran pribadi lain, terkecuali untuk kursus 2 minggu di Bogor dimana asrama dan konsumsi mereka ditanggung pihak PPDSK. Selain materi bahasa, para peserta juga akan dilatih tari dan musik yang difasilitasi Ditjen Kebudayaan Kemdikbud. Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga akan melakukan eksursi ke beberapa obyek wisata menarik di Jakarta dan Bogor. (

 

Sumber :

http://groupspaces.com/Education30/pages/geography