Anggaran untuk Bina MGMP Dirasa Kurang Tepat

Anggaran untuk Bina MGMP Dirasa Kurang Tepat – Untuk mengoptimalkan peran Musyawarah Guru dan Mata Pelajaran (MGMP) di masing-masing zona, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan perkiraan khusus guna operasional MGMP. Menanggapi urusan tersebut, Ikatan Guru Indonesia (IGI) menilai tahapan tersebut tidak cukup tepat.

“MGMP tersebut jangan di kasih anggaran, bila dikasih. Kalau dikasih perkiraan pasti nggak bener,” kata Ketua Umum IGI Muhammad Ramli, Rabu (21/11).

Ramli pesimistis MGMP dapat mengelola perkiraan tersebut dengan baik. Karena menurut keterangan dari dia, sekitar ini di lapangan beberapa besar MGMP tidak berlangsung dengan baik.

“Selama ini pemerintah terlampau memanjakan mereka. Terutama soal perkiraan sehingga bergerak atau tidaknya mereka akan paling bergantung anggaran,” ujar Ramli.

Seharusnya, kata Ramli, pemerintah merumuskan rumus khusus yang sudah dikaji matang guna meningkatkan kompetensi semua guru yang tergabung dalam MGMP. Atau pemerintah juga dapat mendatangkan instruktur atau pelatih kawakan ke masing-masing zona guna memberi pelatihan untuk MGMP.

“Yang perlu dibuat tidak sedikit itu pelatih kemudian pelatihannya diongkosi untuk mengajar diluar daerahnya. Contohnya, sepak bola anda tidak maju-maju sebab pelatihnya yang kurang,” ungkap dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano menjelaskan, sistem zonasi guna guru bakal dimanfaatkan dalam menyalurkan guru di dalam zona dan penambahan proses pembelajaran guru. Salah satu yang bakal dioptimalkan yakni peran dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang terdapat di masing-masing zona.

“MGMP sekitar ini melulu aktif di daerah-daerah tertentu. Makanya nanti, dana sejumlah Rp 840 miliar dana yang biasa dianggarkan untuk pelatihan guru di pusat, anda geser guna MGMP,” jelas Supriano , Rabu (21/11).

Berdasarkan keterangan dari Supriano andai sistem zonasi dilaksanakan secara masif, maka dia juga optimistis MGMP di seluruh zona akan dapat eksis. Bahkan, kualitas guru-guru juga akan meningkat sebab setiap zona akan diserahkan anggaran.

“Kalau punya dana kan mereka (MGMP) dapat mengadakan diskusi masing-masing minggu sekali. Anggaran yang kami berikan tersebut untuk snack, transport yang bakal disesuaikan dengan berat medannya,” jelas Supriano.

Selengkapnya: sekolahan.co.id/