Pengertian dan Tolak Ukur Nilai Sosial

Pengertian dan Tolak Ukur Nilai Sosial

Pengertian dan Tolak Ukur Nilai Sosial

Pengertian dan Tolak Ukur Nilai Sosial

Pengertian Nilai Sosial

Dalam pengertian sehari hari arti nilai dapat diartikan sebagai :

  • Harga (taksiran harga)
  • Angka kepandaian (nilai ujian, nilai)
  • Ukuran, kadar, mutu, serta bobot.

 

Dalam pengertian sosiologi nilai diartikan sebagai berikut :

Pengertian nilai menurut Soerjono soekanto

Menurut Soerjono soekanto nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.

 

Pengertian Nilai menurut Milton Rokeah

Menurut Milton Rokeah, nilai adalah suatu jenis keyakinan tentang bagaimana seseorang sepatutnya atau tidak patut dalam melakukan sesuatu atau tentang apa yang berharga dan tidak berharga untuk dicapai atau dikerjakan.

 

Pengertian Nilai Menurut Robert M.Z. Lawang

Menurut Robert M.Z Lawang pengertian nilai adalah gambaran apa yang diinginkan yang pantas , yang berharga, yang mempunyai nilai perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai tersebut.

Dalam pengertian sehari hari nilai dianggap bersifat konkret (nyata). Misal, nilai ekonomis sebuah mobil diartikan sebagai harga sebuah mobil yang dapat ditukar dengan uang.

Dalam sosiologi, nilai bukan ukuran yang dapat ditukar dengan barang nyata, karena nilai dalam sosiologi bersifat abstrak (tidak nyata).

Misal, nilai saling menghormati dan menempati janji merupakan sesuatu yang bernilai atau sesuatu yang dianggap baik dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, nilai sosial dalam sosiologi dapat diartikan sebagai sesuatu yang diinginkan, sesuatu yang baik, sesuatu yang dicita citakan, sesuatu yang pantas, sesuatu yang dianggap penting oleh warga mesyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang baik, bernilai atau berharga dalam hidupnya.

Tolak Ukur Nilai Sosial

Apa Pengertian dari Tolak ukur Nilai Sosial ?

Tolak ukut nilai sosial adalah daya guna fungsional suatu nilai dan kesungguhan penghargaan, penerimaan atau pengakuan yang diberikan oleh seluruh atau sebagian besar masyarakat terhadap nilai sosial tersebut.

Setiap Nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolak ukur yang berbeda beda, tetapi secara universal tolak ukur nilai sosial tidak jauh berbeda antaa masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Karena tolak ukur yang digunakan adalah Sama yaitu atas dasar “daya guna fungsionak”.

Dikatakan daya guna fungsional karena setiap objek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan fungsi masyarakat yang bersangkutan.

Misalnya presiden mendapat nilai sosial yang lebih tinggi dari bupati, karena fungsi presiden dinilai lebih tinggi dari pada fungsi Bupati.

Tolak ukur fungsional dalam masyarakat biasnya cenderung bersifat sementara, hal ini dikarenakan setiap masyarakat selalu berkembang terus sesuai dengan dinamika masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sehingga tolak ukur nilai sosial sewaktu waktu dapat berubah, misalnya keududkan seorang dukun yang karena fungsinya sangat besar dianggap memiliki kedudukan yang penting dalam masyarakat.

Namun dengan perkembangan iptek lama kelamaan fungsi seorang dukun terdesak oleh fungsi seorang dokter, sehingga kedudukan seorang dukun dianggap tidak penting lagi di dalam masyarakat.

Tolak ukur nilai sosial bisa bersifat tetap

Tolak ukur nilai sosial dalam masayrakat bisa bersifat tetap atau tahan lama jika memenuhi dua syarat,  yakni :

  1. Tolak ukur itu harus diberikan dan disetujui oleh seluruh atau sebagian besar anggota masyarakat.Jadi bukan atas dasar keinginan individu individu.
  2. Tolak ukur harus diterima sungguh sungguh oleh seluruh dan sebagian besar masyarakat. melanggarnya dan luapan emosi masyarakat apabila ada seseornag yang hendak merubah atau mengahncurkan nilai tersebut.

 

Baca Artikel Lainnya: