Pengertian Negara Serikat atau Federal

Pengertian Negara Serikat atau Federal

Pengertian Negara Serikat atau Federal

Pengertian Negara Serikat atau Federal

Menurut Affandi (1997), negara serikat/federal merupakan

bentuk negara yang terdiri dari beberapa negara bagian yang tidak berdaulat. Oleh karena itu, kedaulatan tetap berada di tangan pemerintah pusat atau pemerintah federasi. Dalam bentuk negara ini biasanya pembagian kekuasaan antara pemerintahan federal dan pemerintahan negara bagian. Setiap tindakan dalam hubungan ke luar dan soal mencetak uang hanya dilakukan pemerintah federal. Sebaliknya segala tindakan kedalam, untuk menangani soal-soal kebudayaan dan kesehatan, menjadi hak dan wewenang pemerintah negara bagian. Jadi, hubungan antara pemerintah federal dengan rakyat dan wilayahnya hanya diwujudkan melalui perantaraan pemerintah negara bagian.

 

    Dalam pengertian modern, sebuah federasi adalah

sebuah bentuk pemerintahan di mana beberapa negara bagian bekerja sama dan membentuk kesatuan yang disebut negara federal. Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomi khusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggap nasional. Dalam sebuah federasi setiap negara bagian biasanya memiliki otonomi yang tinggi dan bisa mengatur pemerintahan dengan cukup bebas. Federasi biasanya ditemukan dalam sebuah persetujuan awal antara beberapa negara bagian “berdaulat”. Bentuk pemerintahan atau struktur konstitusional ditemukan dalam federasi dikenal sebagai federalisme (wikipedia.com).

 

Menurut Rahman (2015), negara serikat merupakan negara yang bersusun jamak

yang terdiri atas negara bagian. Gabungan negara bagian tersebut disebut dengan negara federal. Negara serikat menganut sistem federasi yang dimana  negara tersebut merupakan penggabungan negara bagian-bagian menjadi satu tanpa meninggalkan atau menghapuskan ciri khas masing-masing bagian. Terdapat negara bagian yang bergabung menjadi satu negara serikat dengan sejumlah tugas dan kewenangan tertentu. Negara-negara bagian itu menyerahkan sejumlah tugas dan kewenangan untuk diselenggarakan oleh suatu pemerintah federal, sedangkan urusan-urasan lain tetap menjadi kewenangan negara bagian. Sistem federal tersebut pada dasarnya berawal dari keinginan untuk memberikan demokrasi yg besar kepada daerah dari suatu negara.

 

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa negara federal/serikat merupakan negara yang dibentuk berdasarkan kesepakatan antara negara-negara bagian yang telah berdaulat untuk menggabungkan diri dengan memberikan sebagian kekuasaannya kepada pemerintah federal. Pemerintah federal berhak atas hal-hal yang berkaitan tentang hubungan luar negeri, keuangan, pertahanan, kepentingan bersama antar negara dan urusan nasional lainnya. Sedangkan pemerintah negara bagian memiliki hak lebih untuk mengatur urusan dalam negeri yang berkaitan dengan rakyatnya langsung. Jadi bisa dikatakan, pemerintah negara bagian lebih dekat dengan rakyatnya. Contoh negara yang berbentuk serikat antara lain Amerika Serikat, Australia, Jerman, Swiss, India, Malaysia.

 

            Asal Mula Negara Serikat atau Federal

Kata ‘federal’ berasal dari bahasa latin, feodus, yang berarti liga. Pada zaman Yunani kuno terdapat liga negara-negara kota yang otonom. Hal tersebut dapat dipandang sebagai negara federal mula-mula.

Berdasarkan hal tersebut, Huda (2012) berpendapat bahwa negara federal dibentuk oleh sejumlah negara atau wilayah yang independen sejak awal memiliki kedaulatan atau semacam kedaulatan pada dirinya masing-masing negara atau wilayah-wilayah itu kemudian bersepakat membentuk sebuah federal. Negara dan wilayah pendiri federal itu kemudian berganti status menjadi negara bagian atau wilayah administrasi dengan nama tertentu dalam lingkungan federal. Oleh karena itu, biasanya sebuah negara federal lahir melalui perjanjian internasional yang ditandatangani oleh negara-negara merdeka.

Selain hal tersebut, sebuah negara federal bisa saja lahir dari sebuah negara yang sebelumnya berbentuk kesatuan. Hal ini terjadi karena beberapa hal sebagai berikut:

  1. Gagasan bahwa sentralisasi kekuasaan pada negara kesatuan pada mulanya untuk membendung kekuatan-kekuatan yang bertujuan meruntuhkan kesatuan. Setelah kekuatan-kekuatan itu tidak ada lagi, maka sentralisasi bisa dijadikan desentralisasi, bahkan lebih jauh lagi desentralisasi yang bersifat federasi.
  2. Dominasi pemerintah pusat  atas urusan-urusan pemerintahan telah mengakibatkan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam negara kesatuan menjadi tidak harmonis bahkan berada pada titik yang mengkhawatirkan sehingga timbul gagasan mengubah negara kesatuan menjadi federal.
  3. Gagasan negara federal atau serikat dapat dipicu oleh sentralisasi pemerintah pusat yang dianggap berlebihan disamping persoalan tentang hubungan keuangan antara pusat dan daerah yang dianggap kurang adil (soal prosentase) yang merugikan daerah.

Menurut C.F. Strong dalam Huda (2012), ada dua syarat dalam membentuk negara federal yakni pertama, adanya perasaan sebangsa di antara kesatuan-kesatuan yang hendak membentuk federasi itu, dan kedua, adanya keinginan pada kesatuan-kesatuan politik yang hendak mengadakan federasi untuk mengadakan ikatan terbatas, oleh karena apabila kesatuan-kesatuan politik itu menghendaki persatuan sepenuhnya, maka bukan federasi yang dibentuk, melainkan negara kesatuan.

Sumber : http://carapengobatanalamiherbal.com/strategi-penerapan-pembelajaran-siswa-aktif-di-sekolah/