Pengertian Paralel dan Meridian

Pengertian Paralel dan Meridian

Pengertian Paralel dan Meridian

Pengertian Paralel dan Meridian

Parallel (Lintang)

Untuk menentukan parallel suatu tempat dilakukan dengan pengukuran tinggi bintang kutub atau dengan tingginya matahari di atas horizon.

Besarnya Lintang (Latitude)

Besarnya lintang suatu tempat didefinisikan sebagai busur yang diukur pada suatu meridian antara tempat tersebut dengan ekuator.

Meridian (Bujur)

Pasangan koordinat yang lain terdiri dari lingkaran-lingkaran besar sebanyak 180 buah yang membagi equator serta lingkaran parallel menjadi 360 meridian. Di semua Negara meridian sama nilainya, sehingga masing-masing Negara dapat menentukan meridiannya sendiri. Inggris menggunakan armada Greenwich sebagai nol meridian, dan arena kekuatan investasi ilmiah Inggris yang demikian kuat di Negara-nagara lain, maka hingga sekarang meridian yang melalui Greenwich ditetapkan sebagai meridian nol untuk masing-masing Negara.

Besar Bujur (Longitude)

Besarnya bujur suatu tempat adalah busur yang diukur pada suatu parallel antara meridian tempat tersebut dengan meridian utama.

Memilih Jenis Proyeksi Peta yang Digunakan

Tujuan proyeksi peta adalah memperkecil kesalahan dalam penggambaran bidang lengkung kedalam bidang datar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih jenis proyeksi yang akan digunakan:
a. Maksud dari pemetaan sendiri
b. Luasan wilayah yang akan digambar
c. Bentuk wilayah yang akan digambar
d. Lokasi atau letak wilayah
e. Kemudahan dalam penggambaran

1. Proyeksi Azimuthal
Yaitu proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksi.
2. Proyeksi Silinder
Menggunakan bidang silinder sebagai bidang proyeksinya.
3. Proyeksi Kerucut
Dengan cara meletakkan kerucut pada globe, maka kerucut akan menyinggung globe sepanjang lingkaran singgungnya. Bila kerucut menyinggung bola bumi, maka disebut tangent. Namun bila kerucut memotong bola bumi, maka disebut secant.
4. Proyeksi Mercator
Merupakan proyeksi silindr normal conform, dimana seluruh muka bumi dilukiskan dalam bidang silinder yang sumbunya berimpit dengsn bola bumikemudin silindernya dibuka menjadi bidang datar.
5. Proyeksi Universal Tranverse Mercator (UTM)
Keunggulan proyeksi UTM:
a. Proyeksinya simetris untuk setiap wilayah dengan bujur 6o.
b. Transformasi koordinat dari zone ke zone dapat dikerjakan dengan rumus yang sama untuk setiap zone di seluruh dunia
c. Distorsinya antara -40 cm/1000m dan =70cm/1000m.

Proyeksi Peta Menurut Maksud Pemetaan

Pada pemetaan-pemetaan tertentu tidak harus digunakan proyeksi yang sama, alasannya karena:
a. Penulisan pada peta tidak perlu membengkok
b. Paralel dan meridian dapat dihapus, hanya pada bagian pinggir diberi tanda angka yang menunjukkan besaran derajat parallel dan meridiannya.

System Koordinasi

Untuk menghindari koordinat negative di dalam proyeksi UTM setiap meridian tengah didalam setiap zone diberi harga 500.000 m East. Untuk harga-harga kearah utara, equator dipakai sebagai sebagai garis dantum dan diberi harga 0 m North. Untuk perhitungan kearah selatan equator diberi harga 10.000.000 m north.

Baca Juga :