Penggunaan Gas Tingkatkan Ketahanan Energi

Penggunaan Gas Tingkatkan Ketahanan Energi

Penggunaan Gas Tingkatkan Ketahanan Energi

Penggunaan Gas Tingkatkan Ketahanan Energi

BANDUNG-Penggunaan Liquefied Natural Gas (LNG)

untuk genset atau pembangkit yang biasanya digunakan di atas kereta untuk berbagai kebutuhan jaringan listrik, merupakan yang pertama dilakukan di Asia Tenggara. Demikian dikemukakan SVP Enginering Operator and Teknologi Development Direktor Gas PT Pertamina, Tanuji.

Menurut Tanuji, program diversifikasi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sektor gas pada sektor transportasi sebagai bagian dari upaya untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi dan konservasi lingkungan hidup.

“Program diversifikasi BBM ke gas pada sektor trasportasi

salah satu bentuk keseriusan Pertamina dan PT KAI membantu pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi,” ucap Tanuji, dalam sambutannya di acara Peluncuran Uji Coba Operasional Penggunaan LNG Pada Kereta Api, di Stasiun Bandung, Selasa (20/12).

Tanuji mengharapkan, dengan penggunaan gas ini, pada tahun 2025 mendatang target bauran energi bisa mencapai 22% dari penggunaan minyak bumi turun dari 46% menjadi 25%.

“Diversifikasi ini sejalan dengan PP No. 79 tahun 2014,

bahwa target bauran energi pada tahun 2025 adalah 22% penggunaan gas dan minyak bumi turun dari 46% menjadi 25%,” ujarnya.

Tanuji menambahkan, penggunaan LNG pada kereta api diproyeksikan selain akan memberikan penghematan belanja BBM sebesar Rp 84,5 miliar per tahun serta lebih ramah lingkungan.

“Diversifikasi ini bisa mengurangi biaya bahan bakar karena harga LNG per liter setara solar lebih rendah dari pada solar, pemeliharaan mesin lebih rendah biayanya karena pembakaran lebih bersih sehingga penggantian filter BBM akan menjadi jarang,” tuturnya.

 

Sumber :

https://indonesiana.tempo.co/read/133382/2019/04/23/ojelhtcmandiri/hak-tugas-dan-fungsi-dpr