Struktur Pasar: Pasar Persaingan Sempurna VS Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Struktur Pasar: Pasar Persaingan Sempurna VS Pasar Persaingan Tidak Sempurna

setelah kemarin kita tahu jenis-jenis pasar saat ini kita studi yuk mengenai struktur pasar. Tapi pada mulanya kamu dulu belum main ke pasar? Eits jangan salah, nggak selalu pasar persis serupa becek-becekan. Ketika kamu membeli online itu termasuk termasuk pasar lho. Ini karena, secara ekonomi pengertian pasar adalah daerah bertemunya penjaja dan pembeli yang melaksanakan transaksi untuk pilih nilai harga berasal dari barang atau jasa.

Nah, supaya kamu tambah mengetahui jenis-jenis pasar, maka dibentuklah struktur pasar yaitu penggolongan pasar berdasarkan strukturnya, Squad. Terdapat 2 tipe struktur pasar, yaitu:

1. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition Market)

Pasar persaingan prima merupakan suatu pasar di mana kuantitas penjaja dan pembeli terlalu banyak dan product yang di tawarkan sejenis. Contoh barang yang dijual terhadap bentuk pasar ini adalah beras, gandum, kentang, batu bara dan sebagainya. Agar gampang membedakan, pasar persaingan prima miliki beberapa ciri pokok pada lain:

a. Jumlah penjaja dan pembeli banyak

b. Barang jualan berbentuk homogen

c. Tidak tersedia campur tangan pemerintah di dalam penentuan harga

d. Faktor-faktor mengolah bergerak bebas

e. Penjual adalah price taker (pengambil ketetapan harga)

f.Konsumen membawa posisi kuat untuk tawar menawar

g. Sulit mendapat keuntungan di atas rata-rata

h. Free entry and exit (tidak tersedia rintangan untuk keluar masuk pasar bagi penjual)

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market)

nggak cuma manusia doang lho yang nggak prima namun pasar termasuk tersedia heheh. Kebalikan berasal dari pasar persaingan sempurna, pasar persaingan tidak prima merupakan tipe pasar yang cuma miliki penjaja terbatas namun pembelinya terlalu banyak. Barang atau jasa yang terdapat di dalam pasar ini heterogen. Oh iya, karena kuantitas penjualnya terbatas maka penjaja menjadi pihak yang pilih harga. Kenapa dikatakan “tidak sempurna”? Hal ini karena diakui tersedia kecacatan yang menimbulkan ketidakadilan di dalam pasar.

Pasar persaingan tidak prima termasuk miliki beberapa ciri pokok lho, pada lain:

a. Hanya terdapat sedikit penjaja bersama dengan terlalu banyak pembeli

b. Harga ditentukan oleh penjaja karena tersedia unsur monopoli supaya interaksi ekonomi atau kuantitas permintaan dan penawaran kurang berperan di dalam pembentukan harga

c. Sulit untuk produsen atau penjaja baru masuk ke di dalam pasar

d. Barang dan jasa yang di tawarkan beragam namun bakal sukar untuk melacak barang subtitusinya.

Nah, di dalam pasar persaingan tidak prima ini dibagi menjadi sebagian tipe yaitu:

1) Pasar Monopoli

Monopoli sendiri terdiri berasal dari kata ‘mono’ yang berarti satu dan ‘poli’ yang berarti penjual. Yap! Sesuai namanya, pasar ini cuma tersedia satu penjaja berlaku sebagai penentu harga karena tidak tersedia yang menyaingi dan barang yang dihasilkan tidak miliki barang substitusi. Contohnya seperti PLN, PDAM, PT KAI, Pertamina dan lain-lain.

2) Pasar Oligopoli

Berbeda bersama dengan pasar monopoli, pasar oligopoli dikuasai oleh sebagian perusahaan namun kuantitas barang yang di tawarkan tetaplah homogen atau satu tipe saja. Pasar oligopoli kebanyakan dijalankan bersama dengan bentuk upaya menghindar perusahaan potensial mampu memasuki pasar. Contoh berasal dari pasar oligopoli anta lain industri motor, industri air mineral, industri rokok dan lain sebagainya.

3) Pasar monopolistis

Jenis pasar yang ini lebih asyik berasal dari dua tipe tadi, Squad. Pasar monopolistis ini memuat sebagian produsen bersama dengan tipe barang yang serupa namun karakteristiknya berbeda-beda. Produsen termasuk membawa kebolehan untuk merubah harga pasar, namun tidak terlalu besar dibandingkan bersama dengan pasar monopoli dan oligopoli. Contoh berasal dari pasar monoplistis seperti produsen sabun, sampo, pasta gigi, motor, dan sebagainya.

Baca Juga :