Taman Mini Indonesia Indah

Taman Mini Indonesia Indah

Taman Mini Indonesia Indah

Perjalanan Menuju Taman Mini Indonesia Indah

Dalam agenda Kuliah Kerja Lapangan (KKL) banyak objek yang akan dikunjungi, salah satunya adalah objek wisata Taman Mini Indonesia Indah atau yang dikenal dengan TMII. TMII merupakan objek wisata yang terletak di Jakarta Timur. Kunjungan ke objek wisata TMII dilaksanakan pada hari ke – 3 yaitu Selasa, 26 Mei 2015. Rombongan KKL Jurusan PPKn UNDIKSHA tiba di objek wisata TMII pada pukul 09.01 WIB. Setelah sebelumnya berkunjung ke objek wisata Monumen Sakti Pancasila (Lubang Buaya). Perjalanan dari objek wisata Monumen Sakti Pancasila (Lubang Buaya) menuju TMII hanya menempuh waktu 16 menit. Rombongan KKL Undiksha masuk melalui pintu 4, yaitu melewati Taman Anggrek, Mesjid Agung (AT-TIN) menggunakan bus dan membayar tiket masuk sebesar Rp. 30.000,-

Taman Mini Indonesia Indah buka setiap hari pukul 07.00 sampai dengan 21.00 WIB

dan jam buka untuk wahananya dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB. Pengunjung dapat berkeliling di Taman Mini Indonesia Indah dengan menggunakan mobil keliling hanya dengan membayar Rp. 5000, chater mobil keliling dengan harga Rp. 100.000 perjam, dan chater bus keliling dengan harga Rp. 200.000 perjam, kereta api mini dengan harga Rp. 10.000 dan dengan menggunakan kereta gantumg dengan harga Rp. 40.000.
Di Taman Mini Indonesia Indah kami diberi waktu berkunjung sekitar 2 jam. Ini merupakan kali pertama saya menginjakan kaki di TMII namun sebelumnya saya sudah sering mendengar mengenai TMII di televisi dan sosial media. Keindahan objek wisata ini terlihat dari bagaiman keteraturan bangunan yang ada di TMII. Miniature Negara Indonesia pun dibangun di atas danau buatan dengan menampilkan pulau dan provinnsi yang ada di Indonesia. Fasilitas yang ada di TMII juga sangat lengkap. TMII menawarkan berbagai jenis transportasi yang dapat digunakan untuk berkeliling TMII seperti sepeda listrik, mini bus, dan kereta gantung dengan harga yang sangat terjangkau. TMII tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal namun juga wisatawan mancan negara yang ingin melihat keindahan Indonesia secara menyeluruh dalam satu tempat. Para wisatawan yang berkunjung mengatakan bahwa mereka datang ke TMII tidak hanya untuk rekreasi tetapi juga untuk melakukan penelitian. Seperti salah satu wisatawan lokal yang saya temui yakni NINA bersama keluarga, yang berasal dari kota Bandung. Nina dan keluarga datang berkunjung ke TMII untuk rekreasi sambil mengenal budaya Indonesia lebih dalam lagi karena menurutnya mengelilingi TMII sama artinya dengan mengelilingi Indonesia, karena semua tradisi Indonesia ada di TMII yang diimplementasikan berupa anjungan – anjungan. Selain itu toko souvenir pun juga tersedia di TMII bila ada pengunjung yang datang dan ingin membeli cinderamata dapat langsung datang ke toko souvenir tersebut, barang yang dijual pun sangat beragam namun tidak jauh dari tema kebudayaan Indonesia harganya pun sangat beragam mulai dari Rp 10.000 hingga jutaan rupiah.

 

Sejarah Berdirinya Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/WMA_button2b.png/17px-WMA_button2b.png6°18′6.8″LS,106°53′47.2″BT. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat di 33provinsi Indonesia yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku, berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota Jakarta.

Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia

dengan segala isinya ini dicetuskan oleh mantan Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Selain itu tujuan dibangunnya TMII yang berlokasi di Pondok Gede, Jakarta Timur ini, selain sebagai tempat rekreasi, juga untuk menggambarkan kebesaran dan keindahan Tanah Air Indonesia dengan segala keragamannya. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia “Indonesia Indah”, yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kitayang diketuai oleh Ny. Siti Hartinah atau Ibu Tien Suharto.

Baca Juga :