Disdik Gresik Diskualifikasi Domisili Abal-Abal

Disdik Gresik Diskualifikasi Domisili Abal-Abal

Disdik Gresik Diskualifikasi Domisili Abal-Abal

Disdik Gresik Diskualifikasi Domisili Abal-Abal

Seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 di Kabupaten Gresik diumumkan Sabtu

(25/5/2019). Namun, dari hasil validasi lapangan yang dilakukan oleh tim PPDB, disinyalir ada belasan domisili yang ditemukan abal-abal alias palsu.

Terkait dengan itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik bakal mendiskualifikasi. Ketua Penyelenggara PPDB 2019 Nur Maslichah mengaku sampai saat ini pihaknya sudah mengumpulkan belasan domisili yang disinyalir tidak sesuai tempat tinggal. “Ini masih proses pendataan,” ucapnya di ruang Posko PPDB Dispendik Gresik, Jumat (24/5/2019).

Nur Maslicah menambahkan, belasan surat domisili tersebut masih ada kemungkinan bertambah.

Sebab, belum sepenuhnya berkas masuk ke Disdik. “Kami banyak menemukan surat domisili instan yang dikeluarkan hanya untuk syarat PPDB,” tambahnya.
Baca Juga:

Pengamat Pendidikan: Kalau Sekolah Sudah Setara, Tak Ada Alasan Tolak Zonasi
Anggap Zonasi Sistem Gagal, Ratusan Massa Geruduk Balai Kota Surabaya
PPDB di Surabaya Buka 3 Jalur Pendaftaran
DPRD Jember: Tambah Pagu, Pengumuman PPDB SMP Diundur

Seperti diketahui, syarat mengeluarkan surat domisili itu minimal sudah tinggal enam bulan.

Itu baru boleh menggunakan surat domisili. Namun, menurut Ica, surat domisili itu instan dikeluarkan hanya untuk syarat PPDB. “Ini yang kami validasi. Kalau ditemukan artinya didiskualifikasi. Sehingga, kuota akan diisi urutan berikutnya,” ujarnya.

Sementara Kepala SMPN 3 Gresik Setyorini mengaku sudah selesai memvalidasi ratusan pendaftar. Sebab sebelumnya di SMPN 3 banyak ditemukan jarak domisili kembar. “Ini sudah selesai dan sudah kami setorkan ke dinas,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda sebelumnya sudah mengintruksikan Dispendik untuk menindak tegas pelanggar surat domisili. Jika memang ditemukan manipulasi domisili agar dicoret. “Langsung dicoret saja kalau data domisilinya tidak sesuai,” tegasnya.

 

Baca Juga :