MEMULAI USAHA TANPA UANG

Table of Contents

MEMULAI USAHA TANPA UANG

MEMULAI USAHA TANPA UANG

MEMULAI USAHA TANPA UANG

Salman Azis Alsyafdi sudah membuktikan modal utama untuk berwirausaha adalah kemauan dan kreatifitas, namun bukan uang.

Dia adalah seorang siswa SMU insan cendikia sekolah asrama (boarding school) di serpong memiliki kelebihan dalam melihat peluang dalam berwirausaha, usaha yang dia lakukan adalah menawarkan jasa untuk membelikan makanan kepada teman-temannya, dikarenakan menu makanan yang ada di dalam asrama cukup membosankan teman-temannya, sistem usaha yang pertama dia terapkan yaitu dengan meminta uang kepada teman-temannya yang ingin membeli makanan dengan menu yang berbeda dengan yang ada di dalam asrama.

Ketika dia tamat dari sekolah asrama (boarding school) kemudian dia diterima di UI dengan jurusan fasilkom, sistem yang dia terapkan sewaktu SMU dahulu, dia terapkan kembali di Universitas Indonesia dengan menjual jasa foto copy buku-buku fasilkom yang besar dan tebal. Dengan jiwa wirausaha yang besar, dia membuka jasa foto copy buku-buku dikarenakan jumlah mahasiswa lebih banya dari pada jumlah buku yang di sediakan oleh Universitas. Tidak hanya itu, dengan jiwa berwirausaha yang cukup besar dia melihat banyak mahasiswa yang membutuhkan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas mereka, pada saat itu tidak banyak toko yang menjual komputer murah. Hal itu yang memberatkan  mahasiswa untuk memiliki komputer pribadi. Dengan masalah yang ada dia mencoba untuk membuka rental komputer, namun membuka rental membutuhkan modal yang cukup besar. Hal itu yang membuat dia berfikir untuk tidak boleh gagal dalam usahanya membuka rental komputer dikarenakan modal yang cukup besar.

Setelah sukses dengan usaha rental komputer di lingkungan universitas Indonesia, dia mencoba membuka rental komputer di wilayah Universitas Pancasila. Namun usahanya gagal dikarenakan dia membuka rental dengan harga yang cukup murah. Hal itu membuat rental komputer yang lain tidak senang dengan dia karena membuka rental komputer dengan harga yang murah.

Namun masalah itu tidak membuat dia putus asa, dia mencoba untuk membuka rental komputer di wilayah yang lain, yaitu didaerah serpong, wilayah pamulang, dan wilayah perumahan bukit indah ciputat tanggerang banten. Hal itu membuat dia selalu mencoba untuk berwirausaha walaupun dia mengetahui percobaan itu ada yang gagal, tetapi dia tetap berkomitmen bahwa suatu masalah dapat dijadikan sebuah peluang usaha. Hal itu yang membuat salman meraih juara 2 kategori mahasiswa program diploma dan sarjana tingkat nasional serta menjadi best enterpreneur  fakultas ilmu komputer Universitas Indonesia.