Menawar sehingga Lebih Mahal

Table of Contents

Menawar sehingga Lebih Mahal

Ahmad bin Hanbal meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah sedang duduk di masjid bersama para sahabatnya. Beliau bersabda, “Sebentar kembali seorang Laki-laki bersama wajah bercahaya bakal datang. Dia adalah tidak benar seorang dari orang-orang paling baik dari Yaman, dan ada tanda malaikat di dahinya.”

Tak lama kemudian, orang tersebut berkunjung kepada Rasulullah saw dan menunjukkan keislamannya. Ia adalah Jarir bin Abdullah Al-Bajali. (HR Muslim)

Tanda-tanda kemuliaan sahabat nabi, Jarir bin Abdullah Al-Bajali, udah diberitakan oleh Allah SWT kala ia hendak menunjukkan keislamannya. Ia adalah sosok sahabat yang menghargai tinggi kejujuran dan tetap menepati janji.

Pernah suatu hari ia menyuruh budaknya untuk mencarikannya kuda terbaik. Akhirnya, budak itu mendapatkan kuda yang diinginkan majikannya. Ia pun menanyakan kepada si penjual, “Berapa harga kuda ini?”

“Empat ratus dirham,” jawab pedagang itu.

“Baiklah, bakal saya beri tahukan kepada majikanku sehingga ia membelinya,” kata budak tersebut. Ia pun menuntun kuda tawarannya untuk diperlihatkan kepada sang majikan.

Melihat kuda yang gagah tersebut, sang majikan menaksirnya bersama harga 800 dirham berdasarkan harga pasar. Ia pun menanyakan harga yang ditawarkan si penjaja terhadap budaknya.

“Ia dambakan menjual kudanya seharga 400 dirham,” jawab si budak.

Mendengar harga tersebut, Al-Bajali langsung pergi menemui penjaja kuda itu. Ia berbicara kepada si penjual, “Kau katakan kepada budakku harga kuda ini adalah 400 dirham. Maukah engkau menjualnya seharga 500 dirham?”

Pedagang kuda itu mulai heran, “Apakah saya tidak tidak benar dengar?’ pikirnya.

Melihat si penjaja terdiam, Al-Bajali menawar lagi, “Bagaimana jika 600 dirham?”

Tentu saja keheranannya tambah bertambah. Sungguh ia tidak menyadari mesti berbicara apa kala itu.

Melihat penjaja itu tetap diam, Al-Bajali tingkatkan kembali tawarannya, “Kalau begitu, juallah bersama harga 700 atau 800 dirham!”

Al-Bajali melanjutkan, “Wahai penjual, saya udah berjanji kepada Rasulullah saw untuk bersikap jujur kepada tiap-tiap muslim. Kudamu itu harganya kurang lebih 800 dirham. Jika saya membeli bersama harga tidak cukup dari itu, saya kuatir bakal mengkhianati janjiku kepada Rasulullah saw.”

Baca Juga :