MENGENAL MASTITIS, PENYAKIT PALING HOROR BUAT IBU MENYUSUI

MENGENAL MASTITIS, PENYAKIT PALING HOROR BUAT IBU MENYUSUI

Perjuangan ibu menyusui banyak betul. Saat payudaranya membengkak dan sakit karena mengalami mastitis, busui jadi diminta tidak berhenti menyusui.

Kakak sepupu aku yang baru saja melahirkan mengeluhkan payudaranya yang merasa sakit. Menyusui jadi aktivitas penuh penderitaan. Pembengkakan di payudaranya itu didalam dunia kesegaran disebut sebagai mastitis.

Mastitis kebanyakan menyerang ibu menyusui terhadap trimester awal kelahiran, namun kadang berlangsung pas sistem menyusui sudah berlangsung lama. Umumnya tentang keliru satu payudara bersama gejala payudara memar kemerahan, merasa gatal, perih pas menyusui, tersedia bejolan yang menyakitkan, bengkak, apalagi kala terlampau parah, puting susu bakal mengeluarkan nanah.

Dilansir dari Alodokter.com, mastitis disebabkan beberapa hal. Penyebab paling lazim ialah infeksi bakteri dan saluran ASI yang tersumbat. Dalam masalah pertama, bakteri Staphylococcus dan Streptococcus menginfeksi jaringan payudara lewat luka di puting atau area sekitarnya. Bakteri ini kebanyakan berasal dari mulut bayi atau permukaan kulit payudara. Sementara saluran ASI yang tersumbat maksudnya ASI yang tersisa (sudah diproduksi namun tidak dikeluarkan) mengendap didalam saluran susu, memicu komplikasi berwujud infeksi payudara.

Selain itu, beberapa faktor lain yang menambah risiko antara lain, terdapatnya luka terhadap puting payudara, kebiasaan yang menyusui cuma bersama satu payudara, bra yang terlampau ketat, kelelahan, ibu yang kekurangan gizi, frekuensi menyusui yang tidak teratur, dan dulu mengalami mastitis di masa lalu.

Meskipun payudara tengah mengalami mastitis dan itu sebenarnya menyakitkan, ibu selamanya diharuskan untuk menyusui anak-anaknya. Pasalnya, menghentikan bantuan ASI pas menyusui bisa memperparah situasi.

Untuk menanggulangi mastitis, dikutip dari Theasianparent, beberapa perihal yang bisa ditunaikan di antaranya, cukup istirahat, menjaga tubuh sehingga tidak kekurangan cairan, jauhi pemakaian bra yang terlampau ketat, dan juga menyusui bayi sesering mungkin bersama sisi payudara yang bergantian.

Selain itu, juga pastikan untuk memompa ASI bersama teratur misal bayi tidak minum ASI terlampau banyak. Tujuannya sehingga susu didalam payudara habis. Memijat payudara bersama lembut juga bisa ditunaikan sehingga ASI terlihat bersama lancar. Cara lain: payudara direlakskan bersama dikompres kain yang direndam air hangat.

Selain tindakan penanganan secara fisik, ibu yang mengalami mastitis juga direkomendasi untuk memperbaiki mood sehingga lebih bahagia. Pasalnya, mood ibu berpengaruh terhadap lancar tidaknya ASI yang keluar. Memang sih, kala ASI tidak banyak terlihat atau anak ada masalah mengisap susu sering memicu ibu risau dan panik. Akan namun perasaan-perasaan negatif ini justru memicu pengeluaran ASI makin terhambat.

Jadi, apa pun yang terjadi, selamanya tenang, jangan panik, dan yakin semua bakal baik-baik saja ya

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :