Meraih Kejayaan dengan Membaca

Meraih Kejayaan dengan Membaca

Meraih Kejayaan dengan Membaca

Meraih Kejayaan dengan Membaca

Meskipun dalam kondisi Ummi (yang tidak pandai membaca dan menulis), wahyu yang pertama kali turun kepada Rasullulah saw adalah “Iqra!” atau “Bacalah!”

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq :1-5)

Pepatah mengatakan, membaca adalah jendela dunia. Pepatah itu benar adanya. Ayat di atas menunjukkan bagaimana Allah swt telah mengutamakan kewajiban membaca bagi hamba-hambaNya. Karena dengan membaca setiap manusia dapat memahami dan mempelajari sesuatu yang tidak diketahuinya. Dan dengan membaca seseorang dapat memperoleh informasi. Sebuah jalan memahami ilmu pengetahuan dan menjadi bijaksana.

Membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna, sebagaimana janji Allah swt : Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu dengan beberapa derajat yang tinggi” (QS. Al Mujaadilah : 11)

Secara naluri dalam fitrahnya, manusia adalah makhluk yang memiliki curiosity (rasa ingin tahu) yang sangat tinggi. Maka dari itu, semua manusia baik muda maupun tua, anak kecil maupun orang dewasa berusaha untuk mengetahui segala sesuatu yang belum diketahuinya. Maka tidak heran jika semua anak kecil tatkala melihat atau mendengar sesuatu yang asing baginya pasti mereka akan bertanya, baik kepada orang tua atau orang yang dekat dengannya. Hal demikian karena secara naluriah anak ingin mengetahui segala sesuatu yang belum diketahuinya itu.

Jadi, pada dasarnya memang semua manusia telah ‘membaca’ dalam arti luas namun belum terstruktur sebagai upaya untuk menghimpun pengetahuan dan mengaktualisasikannya secara nyata dalam kehidupan sosial. Maka, tidak mustahil jika pada suatu ketika ‘manusia’ akan didefinisikan sebagai ‘makhluk membaca’, suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi-definisi lainnya semacam ‘makhluk sosial’ atau ‘makhluk berfikir’.

Semua peradaban di dunia ini dimulai dari budaya membaca. Peradaban Yunani dan Romawi kuno dimulai dengan Iliad karya Homer pada abad ke-9 sebelum Masehi. Kebudayaan Hindu, Budha bahkan Kristen dimulai dari kitab-kitab. Peradaban Islam pun lahir dengan kehadiran al-Qur’an. Peradaban Eropa juga dimulai dengan karya Newton (1641-1727).

Sehingga, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa ‘membaca’ adalah syarat utama guna membangun peradaban. Dan bila diakui bahwa semakin luas pembacaan, semakin tinggilah peradaban, demikian pula sebaliknya. Maka usaha untuk menggalakkan budaya membaca adalah hal yang sangat urgen untuk selalu dikampanyekan dan diusahakan.

Sungguh, perintah membaca merupakan sesuatu yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada umat manusia. ‘Membaca’ dalam aneka maknanya adalah syarat pertama dalam pengembangan ilmu dan tekhnologi, serta syarat utama membangun peradaban.

Kegemilangan Islam di masa dahulu diperoleh dengan adanya kegemaran membaca dan mempelajari ilmu dan pengetahuan yang ada di alam semesta sebagai ciptaan Allah swt. Catatan sejarah era keemasan Islam terutama pada Dinasti Abbasiyah menunjukkan, munculnya cendekiawan-cendekiawan Muslim terkemuka yang membuka pemikiran Eropa dan Barat, antara lain dilahirkan dari pengajian-pengajian dan perpustakaan di sekitar Masjid.

Zaman kejayaan Islam pada saat itu juga ditandai dengan dibangunnya perpustakaan terbesar di dunia pada zamannya: Bait al-Hikmah. Yang salah satu aktivitasnya adalah gerakan penerjemahan buku-buku berbahasa asing baik itu Yunani, Persia, India maupun bahasa lainnya. Sehingga menjadi pusat bacaan, pusat ilmu pengetahuan terlengkap dan terbaik di zamannya.

Namun kegemaran membaca pada saat sekarang ini malah dimiliki oleh orang-orang non muslim. Hingga tidak heran, jika Allah swt telah meninggikan beberapa derajat bangsa non muslim itu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki. Bahkan tidak berlebihan bila dikatakan melebihi derajat bangsa-bangsa muslim.

Sumber : https://downloadapk.co.id/