Ortu Gugat Sekolah Gegara Anak Tinggal Kelas, Ini Kronologinya

Ortu Gugat Sekolah Gegara Anak Tinggal Kelas, Ini Kronologinya

Ortu Gugat Sekolah Gegara Anak Tinggal Kelas, Ini Kronologinya

Ortu Gugat Sekolah Gegara Anak Tinggal Kelas, Ini Kronologinya

Saling gugat antara orangtua siswa SMA Gonzaga dengan pihak sekolah masih terus berlanjut.
Berita Terkait
Perkara Siswa Tinggal Kelas Berlanjut di PN Jaksel

Sidang keduanya juga sudah digelar, meski sempat ditunda untuk dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.

Ketua Majelis Hakim, Lenny Wati Mulasimadhi, menjelaskan dalam proses mediasi, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menyiapkan satu hakim atau mediator untuk melakukan mediasi.

Namun mediasi gagal. Pihak sekolah akhirnya akan menggugat balik orangtua murid, yakni Yustina Supatmi.

Lalu, bagaimana awal cerita kasus tersebut? Berikut kronologinya:

Anak Tinggal Kelas

Kasus ini berawal pada Oktober 2019. Orangtua murid salah satu siswa di SMA Kolese Gonzaga, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Yustina Supatmi, menggugat secara perdata empat guru di sekolah tersebut. Selain guru, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga digugat.

Kala itu, sang anak berinisial BB tidak naik kelas dan mesti tetap tinggal di kelas XI atau 2 SMA.

Gugatan ini dilayangkan karena siswa berinisial BB yang saat ini duduk di kelas XI atau 2 SMA tak naik kelas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefullah, mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan orangtua murid yang mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Kami panggil mereka ke Dinas Pendidikan dan kita sampaikan serta memberikan beberapa masukan hingga nantinya berharap ada perdamaian,” kata dia.

Pada 16 Oktober 2019, kedua belah pihak dipertemukan. Namun belum ada kesepakatan damai antara pihak SMA Gonzaga dengan orangtua murid.

Sidang Perdana

Sidang perdana dengan agenda mendengarkan gugatan pihak penggugat digelar pada Senin (28/10/2019).

Dalam gugatannya, Yustina meminta majelis hakim menyatakan keputusan para tergugat bahwa anak penggugat berinisial BB tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA Kolese Gonzaga adalah cacat hukum.

Yustina juga meminta majelis hakim menyatakan BB memenuhi syarat dan berhak untuk melanjutkan proses belajar ke kelas 12 SMA Kolese Gonzaga.

Selain itu, Yustina juga meminta majelis hakim menghukum para tergugat untuk membayar ganti rugi secara tanggung renteng kepadanya.

Ganti rugi itu meliputi materiel Rp 51.683.000 dan imateriel Rp 500 juta.

Alasan Ganti Rugi

Yustina Supatmi, orang tua BB, siswa SMA Kolase Gonzaga, menggugat pihak sekolah karena anaknya tidak naik kelas.

Tak hanya menggugat, Yustina juga melayangkan ganti rugi sebesar materiel Rp 51.683.000 dan imateriel Rp 500 juta dan ingin agar SMA Kolase Gonzaga disita.

Susanto Hutama, selaku kuasa hukum siswa BB, menjelaskan alasan kliennya mengajukan ganti rugi.

“Jadi itu sebetulnya pelengkap ya, pelengkap tuntutan utama kita,” kata Susanto.

Dia menegaskan, tuntutan utama kliennya adalah agar BB dapat naik kelas di SMA Kolase Gonzaga

. Meskipun yang bersangkutan saat ini sudah pindah sekolah dan naik kelas.

“Jadi tuntutan utamanya si anak inisial BB ini kan supaya naik kelas, nah material itu melengkapi saja. Sepanjang tuntutan pokok itu diakomodir itu bisa dikesampingkan,” sambungnya.

Sekolah akan Gugat Ortu Murid

Kuasa Hukum Sekolah Menengah Atas (SMA) Kolase Gonzaga, Edi Danggur, mengatakan, pihaknya bakal melaporkan balik Yustina Supatmi atau pihak keluarga siswa BB yang tak naik kelas. Pelaporan balik itu bakal dilakukan apabila mediasi tak berujung damai.

“Kalau mediasi gagal, kan nanti kan kami dipersilakan untuk ajukan jawaban dan di jawaban itu lah nanti kami ajukan yang namanya gugatan balik,” kata Edi.

Menurutnya, gugatan balik yang dilakukan oleh pihak sekolah Kolase Gonzaga sangatlah wajar.

Ia pun menyakini akan mengajukan gugatan balik apabila tak ada itikad baik dari pihak penggugat.

“Kami juga nanti punya hak untuk ajukan gugatan balik dan itu sangat wajar.

Kami sudah pasti akan ajukan gugatan balik. Pasti,” tegasnya.

Pencemaran Nama Baik

Kuasa Hukum Sekolah Menengah Atas (SMA) Kolase Gonzaga, Edi Danggur, menjelaskan, gugatan balik yang akan dilaporkan oleh pihak sekolah Kolase Gonzaga terkait pencemaran nama baik.

“Sekolah kami dicemarkan di mana-mana, diadukan ke mana-mana. Wajar dong.

Iya dong (pencemaran nama baik). Tapi nanti digugatan yang sama, kita akan gugat balik. Itu pasti,” tutupnya.

 

Sumber :

https://my.sterling.edu/ICS/Academics/LL/LL379__UG08/FA_2008_UNDG-LL379__UG08_-A/Blog_105.jnz?portlet=Blog_105&screen=View+Post&screenType=next&&Id=dc470024-0aec-432c-bf79-108752dbf4b8