Siswi Al Ma’soem Harumkan Indonesia di India

Siswi Al Ma’soem Harumkan Indonesia di India

Siswi Al Ma’soem Harumkan Indonesia di India

Siswi Al Ma’soem Harumkan Indonesia di India

JATINANGOR – Sepuluh pelajar putra dan putri Indonesia yang tergabung

dalam tim mewakili Indonesia pada lomba tingkat internasional yang diselenggarakan di kampus Amity University Gurgaon, New Delhi, India, belum lama ini.

Kesepuluh pelajar cerdas itu menorehkan prestasi yang gemilang pada ajang lomba karya ilmiah remaja Asia-Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) 2016. Tim Indonesia berhasil memperoleh 2 medali emas, 2 medali perak dan 3 medali perunggu.

Kegiatan lomba Asia-Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) ke-5

yang diselenggarakan pada 17 Juli 2016 lalu itu diikuti oleh sekitar 150 orang ilmuan muda yang berasal dari sepuluh negara. Dengan 120 hasil penelitian dalam bidang fisika, engineering, environmental science, life sciences, dan computer science.

Salah satu siswa SMP Al Ma’soem yang ikut dalam lomba APCYS ini, Lubba Ailiati siswa kelas VIII SMP Al Ma’soem Bandung (sekarang sudah kelas XI) melalui hasil penelitiannya pada bidang engineering (teknik rekayasa) dengan judul penelitian yang bertemakan ”Designing Liquid Refractive Index Measuring’ berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa dengan meraih medali perak pada kejuaraan ini.

“Penelitian Lubba, Designing Liquid Refractive Index Measuring merupakan proyek

yang dikerjakan secara bersama-sama dengan rekannya yang tergabung dalam KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) – ASIC (Al Ma’soem Science Club), Syauqiyyah Syahlaa,” kata Kepala Humas Yayasan Al Ma’soem Bandung Asep Dedi Suhendri.

Syauqiyyah, lanjut Asep, yang merupakan siswa kelas IX (pada saat persiapan dan pelatihan perlombaan) jadi tidak dapat ikut bergabung dengan tim Indonesia dikarenakan tengah mempersiapkan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke SMA.

”Dengan hasil penelitian mereka yang dapat meraih prestasi impresif dalam ajang internasional tentu saja membuat mereka berdua sangat bangga,” katanya.

Diketahui sebelumnya bahwa Tim Indonesia dibentuk melalui seleksi tingkat nasional yang ketat. Dengan metode seleksi berjenjang, berbagai hasil penelitian dari berbagai siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dari seluruh Indonesia diperlombakan.

 

Baca Juga :